Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Satgas Karhutla 2026, Bupati Tekankan Patroli, Penegakan Hukum, dan Keselamatan Personel

ATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Apel Penguatan Satgas Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan berlangsung Kamis (10/9/2026) di Batulicin.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyampaikan bahwa Tanah Bumbu merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Kalimantan Selatan.

102 Kejadian Karhutla, 328,5 Hektare Lahan Terdampak

Berdasarkan data BPBD hingga 9 September 2026, tercatat 102 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak sekitar 328,5 hektare.

“Alhamdulillah, dengan kerja keras dan sinergitas kita semua, kurang lebih 219,3 hektare dari total luas tersebut telah berhasil kita tangani dan padamkan,” ujar Bupati.

Kecamatan Batulicin menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak (28 kejadian), disusul Kusan Tengah (26 kejadian). Tiga desa dengan insiden tertinggi adalah Gunung Tinggi, Satiung, dan Polewali Marajae.

Penanganan Besar di Kersik Putih: 42 Mobil Tangki, 170 Personel

Bupati juga menyoroti penanganan kebakaran besar di Desa Kersik Putih yang menghanguskan sekitar 40 hektare lahan, dengan lebih dari 30 hektare berhasil ditangani.

Operasi pemadaman melibatkan:

  • 42 unit mobil tangki pemadam,
  • lebih dari 170 personel dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan.

Bupati menilai penanganan tersebut menjadi bukti kuatnya koordinasi dan soliditas Satgas Karhutla Tanah Bumbu.

Meski demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga. Pemantauan terakhir pada 9 September 2026 masih menemukan 11 titik panas (hotspot) di wilayah Tanah Bumbu.

“Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa ancaman karhutla belum selesai,” tegasnya.

Empat Instruksi Penguatan Satgas Karhutla

Untuk memperkuat penanggulangan karhutla, Bupati memberikan empat arahan strategis:

1. Patroli Terpadu dan Deteksi Dini

Patroli harus ditingkatkan, terutama di wilayah rawan seperti Batulicin, Kusan Tengah, dan Simpang Empat.

2. Penegakan Hukum Tegas

Setiap pelaku pembakaran lahan harus diproses hukum secara tegas dan terkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

3. Optimalisasi Sarana Penanggulangan

Seluruh peralatan, termasuk 42 mobil tangki dan perangkat pendukung, harus berada dalam kondisi siap operasi 24 jam.

4. Sosialisasi dan Edukasi Masif

Masyarakat harus terus diedukasi agar turut berperan dalam pencegahan karhutla.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penanggulangan karhutla, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Brimob, Manggala Agni, Satpol PP dan Damkar, PDAM, PLN, aparat desa, relawan, hingga dunia usaha.

Keselamatan Personel Jadi Prioritas

Bupati mengingatkan seluruh personel Satgas agar selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama bertugas.

“Jaga kesehatan, lengkapi APD, dan utamakan faktor keselamatan. Keluarga di rumah menunggu kepulangan kita dalam keadaan selamat,” pesannya.

Ia berharap seluruh unsur Satgas tetap menjaga semangat dan kesiapsiagaan hingga ancaman karhutla benar-benar dapat dikendalikan.

“Terus semangat! Terus siaga! Kita buktikan bahwa dengan kebersamaan, Tanah Bumbu mampu bebas dari bencana asap,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *